Kimia Medisinal 2

 Pada pertemuan kedua kimia medisinal tentang “metabolisme obat dalam tubuh” saya membahas tentang apa saja faktor yang dapat mempengaruhi proses metabolisme obat di dalam tubuh. Berikut adalah link video 

Link :https://youtu.be/wh9lPHJW3Gk

Comments

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. Tadi dikatakan usia dapat memperngaruhi metabolisme obat, bagaimana faktor umur dapat mempengaruhi proses metabolisme obat?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada saat bayi lahir enzim mikrosomial dan mekanisme ginjal masih belum berfungsi secara maksimal. Kedua sistem tersebut cepat selama Minggu pertama kehidupan. Pada lansia, metabolisme obat pada hati menurun, sama halnya dengan fungsi ginjal. Pada usia 65 tahun laju filtrasi glomerulus menurun sampai 30% dan akan menurun sebanyak 2% setiap tahunnya akibat dari hilangnya sel dan penurunan aliran darah ginjal. Oleh karena itu, lansia memerlukan dosis obat lebih kecil dibandingkan orang muda, khususnya obat yang bekerja sentral

      Delete
    2. Berarti dapat dikatakan bahwa penderita penyakit hati memerlukan dosis berbeda dengan pasien normal. Apakah dosis yang lebih kecil tersebut mempengaruhi efek terapi dari obat?

      Delete
    3. Pemberian dosis obat pada orang lansia harus disesuaikan dengan mengikuti perhitungan dosis yang tepat untuk lansia agar efek terapi yang diinginkan tercapai namun tidak memberikan efek samping

      Delete
  3. Mengapa proses metabolisme obat ini menjadi penting bagi tubuh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Proses ini penting karena metabolisme obat dapat mengubah obat menjadi bentuk yang sederhana agar bisa lebih mudah dibuang oleh tubuh dimana obat yang larut lemak diubah menjadi larut air, sehingga ginjal dan empedu dapat membuang sisa metabolisme tersebut keluar dari tubuh, melalu proses ekskresi. Proses metabolisme obat ini juga menjadi penting saat menentukan durasi dan intensitas khasiat atau aksi farmakologi suatu obat. Kemudian lewat proses metabolisme obat juga dapat mengetahui adanya resistensi suatu obat sebab metabolisme obat mempengaruhi resistensi obat bertanda pada penyakit infeksi dan kemoterapi untuk kanker, serta dari proses metabolisme ini, aksi obat sebagai substrat atau penghambat enzim didalam tubuh dapat diketahui yang menjadi alasan diketahui adanya interaksi obat berbahaya

      Delete
    2. Berarti lewat proses metabolisme ini obat akan lebih mudah keluar lewat bentuk sederhananya dan lewat proses ini pula komponen obat yang tidak lagi berguna akan terekskresikan, lalu kenapa pada faktor-faktor yang anda jelaskan di vidio yakni salah satunya faktor farmakologi, pada obat fenobarbital ternyata kekurangannya yakni dapat menurunkan efek klinis obat lain? Bukankah fenobarbital ini justru bagus karena bisa mempercepat metabolisme obat?

      Delete
    3. Iya memang fenobarbital memang bisa mempercepat proses metabolisme akan tetapi fenobarbital ini bersifat enzyme inducer dia dapat juga menurunkan kadar obat bebas dalam plasma sehingga membuat efek farmakologis menjadi turun. Kalau bisa saya berikan 1 contoh yakni saat fenobarbital menginduksi enzim mikrosom sehingga meningkatkan metabolisme obat warfarin. Nah, walaupun metabolisme warfarin menjadi cepat prosesnya namun justru dengan adanya fenobarbital efek klinis warfarin menjadi berkurang

      Delete

Post a Comment